Semua responden yang kami tanyai tentang sepenting apa diciptakan indikator kebasahan, mengatakan bahwa mereka sangat tertarik dan berminat untuk membeli. Namun sebagian responden yang kami beri tahu bahwa alat tersebut adalah perangkat elektronik kecil yang dihubungkan pada selembar kain khusus dan ditenagai oleh baterei, langsung terkejut. Terbetik di pikiran mereka, bahwa bayi mereka bisa kesetrum listrik bila berdekatan dengan peralatan batere.
Kami tertawa setiap kali kekuatiran itu diutarakan. Tentu saja tidak ada resiko demikian untuk perangkat yang akan kami ciptakan! Arus yang dialirkan untuk pengukuran kebasahan itu sangatlah kecil sehingga daya listriknya lebih rendah dari 1/4 watt! Sedemikian kecilnya, sehingga dipegang pun tidak terasa sama sekali. Bahwa untuk mematahkan hal ini, maka bayi kami sendirilah yang akan menjadi wahana uji cobanya.
Pertanyaan kedua yang segera muncul adalah, dengan cara apa para orang tua "diberitahu" oleh alat tersebut bahwa cloth diapers anaknya mulai basah? Semula terdapat dua pilihan yaitu: bunyi melodi elektronik atau nyala lampu LED. Namun pilihan kami akhirnya jatuh pada nyala lampu LED yang bergradasi, dari gelap, agak terang, terang, hingga sangat terang, untuk menunjukkan seberapa intens kebasahan yang terjadi.
Mengapa nyala lampu LED yang kami pilih? Pertama, alasan sejumlah responden kami adalah, jika anak mereka sedang tidur, maka suara melodi itu akan mengganggu dan malah membangunkan mereka. Alasan kedua adalah, daya listrik yang digunakan untuk menyalakan lampu LED, jauh lebih kecil daripada untuk membunyikan suara melody dari piezo speaker.
Dengan kedua kriteria itulah, kini kami sibuk merancang indikator kebasahan yang akan membantu tugas kaum ibu mengasuh anak-anaknya....