Jumat, 08 Januari 2010

ALKISAH KAIN MIKROFIBER

Kain mikrofiber adalah sebuah legenda produk riset panjang dari Bangsa Korea, begitulah Pak Yudi, bossnya MiPacko, bertutur kepada kami pada suatu sore. Pak Yudi adalah satu-satunya orang dari luar Korea Selatan yang diterima bekerja sebagai pegawai di sebuah perusahaan raksasa mikrofiber di Negeri Ginseng itu. Prestasi lulusan Institut Teknologi Tekstil itu sungguh membanggakan, mengingat bahwa produk unggulan Bangsa Korsel itu semula hanya dikonsumsi oleh segelintir Negara Barat yang sangat mendewakan ketepatan fungsi dari sebuah produk.

Yah...kain mikrofiber itu pertama kalinya hanya digunakan oleh negara-negara maju saja, sebagai kain untuk tujuan penggunaan sangat khusus pada periode 1990-an. Mereka sudah mengenali bahwa pembersihan kaca dan body mobil membutuhkan bahan kain khusus berdaya serap sangat tinggi dan tidak meninggalkan noda sedikitpun pada permukaan yang disentuhnya. Pada masa itu, kain mikrofiber tidak mungkin dibayangkan ada pada kain lap dapur hingga kain pel lantai, karena harganya yang sangat mahal.

Pada sore hari itu, saat hujan tidak reda juga setelah berjam-jam mengguyur kota Bandung, kami mengutarakan niat untuk meminta suplai kain mikrofiber dari Bosnya Mipacko tersebut. Tapi kami justru terhenyak, karena dia bercerita bahwa teknologi Korea yang sangat maju di bidang mikrofiber itu ingin dia bawa pulang ke Indonesia dan dia adopsi sepenuhnya di negeri kita. Sebuah cita-cita yang tak terbayangkan mulianya. Di kala orang lain berlomba-lomba mencari barang impor yang murah tapi berkualitas tinggi, ada juga orang yang ingin membawa pulang teknologi berkualitas itu ke negerinya sendiri dimana masyarakatnya masih sangat rendah penghargaan terhadap merek dan barang produksi dalam negerinya. Pak Yudi awalnya juga langsung mengeluh kepada kami, tentang bagaimana memperkenalkan produk dia itu ke masyarakat Indonesia, sementara dia saat ini hanya melayani order dari Eropa, Amerika dan Korea saja. Padahal, dalam pandangannya, begitu luas manfaat kain mikrofiber ini bagi kehidupan manusia. Hampir dalam segala hal, pekerjaan manusia akan sangat terbantu dengan kehadiran kain mikrofiber ini.

Lalu kamipun mencoba mengajukan solusi. Bahwa sebenarnya, jika Pak Yudi mau membangun basis industri yang kokoh di Indonesia, dari hulu sampai ke hilir, maka dia mesti pandai-pandai beradaptasi dengan skala kebutuhan industri UKM namun dengan harga sama bersaingnya dengan pabrikan besar di Amerika dan Eropa yang mengajukan order dalam jumlah sangat besar. Mungkin semacam dumping harga, tapi sebenarnya tidak demikian. Karena standar kain mikrofiber tersebut bertingkat-tingkat dan tidak perlu finishing touch sempurna di permukaan kain untuk banyak jenis kebutuhan.

Pak Yudi bisa memahami argumentasi kami dan menerima permintaan kami untuk menyuplai kain sangat canggih itu bagi Ananndapers. Alhamdulillah. Sungguh sangat melegakan. Untuk pertama kalinya ada sebuah rasa kebanggaan atas spirit nasionalisme di antara kami semua meskipun yang duduk semeja saat itu ibarat David dan Goliath. Yang satu pabrikan besar dengan volume produksi hampir 100% untuk ekspor, yang satunya lagi UKM yang baru berjalan dua tahun dengan hanya berbekal riset tentang desain produk saja.

Semoga pertemuan itu menjadi rintisan ke awah kerjasama saling menguntungkan di antara sesama anak bangsa, dan memperkuat kompetensi industri kita dari hulu hingga ke hilir......
 

ANANNDAPERS Copyright 2008 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipiet | All Image Presented by Tadpole's Notez